Sabtu, 02 Desember 2017

Malam Puncak DAKOM Award 2017

STAIN Parepare--- Setelah pembukaan DAKOM Award pada Senin lalu telah dilaksanakan, Kamis malam, 30 November 2017 menjadi malam puncak acara. Dengan ditampilkannya beberapa persembahan baik itu persembahan dari dosen maupun dari kalangan mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi. Dari kalangan dosen, berhasil menghibur dengan persembahannya Qasidah Group dan Vocal Grup. Malam puncak DAKOM Award juga menjadi malam pengumuman para pemenang peserta lomba DAKOM Award 2017.


Salah satu pemenang lomba Debat Ilmiah Misrawati prodi Komunikasi Penyiaran Islam mengaku sangat bersyukur dan merasa senang telah ikut berpartisipasi dan berhasil mendapat juara, “Semoga dengan mendapat juara ini saya lebih bersemangat lagi untuk tetap berkreativitas dan menunjukkan kepada semua orang kalau kami juga bisa dan satu lagi kita harus percaya bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia”, jelasnya.

Dakom Award merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan guna melihat prestasi-prestasi mahasiswa khususnya dari jurusan Dakwah dan Komunikasi. Muhammad Saleh selaku ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi mengaku melihat antusias para mahasiswa. “Untuk tahun 2018 lebih semangat dan diperhatikan lagi, bahkan jurusan Dakwah dan Komunikasi sangat menginginkan DAKOM Award bukan hanya diiukuti oleh mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi tetapi bisa menjadi ajang sosialisasi ditingkat Sekolah Menengah ke atas melalui Festival Dakwah”, ungkapnya saat memberi sambutan. Selain melihat prestasi mahasiswa, pada acara DAKOM Award ini  juga memperkuat tali silaturahmi antara mahasiswa maupun dengan dosen –dosen jurusan Dakwah dan Komunikasi, “Kegiatan DAKOM Award ini bisa menyatukan, membangun silaturahim mulai dari kalangan dosen, kalangan pimpinan, kemudian mahasiswa dari semua program studi yang ada pada jurusan Dakwah dan Komunikasi”, tambahnya sebelum menutup sambutan.



Beberapa hasil karya dari lomba kerajinan tangan mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi turut dipamerkan di depan para tamu undangan. Hal ini menarik perhatian Muhammad Djunaedi selaku wakil I bidang  akademik dan Kelembagaan yang diamanahkan untuk menutup acara DAKOM Award. “Kalau saya lihat semuanya unik-unik, ini adalah hasil kreasi. Upaya yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki. Hal seperti ini bisa dikembangkan, karena produk-produk yang dihasilkan ini memiliki nilai jual”, ungkapnya. Para peserta lomba yang berhasil mendapatkan juara, masing-masing mendapatkan piala yang terbuat dari marmer yang langsung dipesan dari Yogyakarta. Tidak hanya mendapatkan piala, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan beserta sertifikat juara yang dapat dijadikan sebagai pendamping ijazah kelak.

[caption id="attachment_6389" align="alignnone" width="300"] Salah satu foto mahasiswa prodi Manajemen Dakwah bersama ketua prodi Dr. Zulfah M. Pd[/caption]

Kamis, 30 November 2017

Peringatan 46 Tahun KORPRI

STAIN Parepare--- Upacara peringatan HUT KORPRI yang ke- 46 dilaksanakan di Lapangan Andi Makkasau kota Parepare, 29 November 2017 yang turut diikuti oleh segenap Pegawai Negeri Sipil (PNS) anggota KORPRI. PNS anggota KORPRI STAIN Parepare yang  sedianya upacara akan dilakukan di Kampus STAIN Parepare dialihkan ke lapangan Andi Makassau kota Parepare. Hal ini berdasarkan tentang surat Pemerintah kota Parepare Sekretariat Daerah kota perihal pengerahan PNS/Anggota KORPRI untuk mengikuti upacara dan defile.

Dikutip dari Wikipedia, KORPRI atau Korps Pegawai Republik Indonesia adalah oraganisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, pegawai BUMN, BUMD serta anak perusahaan dan perangkat pemerintah desa. KORPRI yang didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan keputusan presiden nomor 82 tahun 1971, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia.



Usai upacara dilanjutkan dengan Defile atau perarakan barisan, di mana STAIN Parepare mendapatkan nomor defile 50. Hal ditanggapi oleh salah satu PNS STAIN Parepare sebagai simbol tanda usia STAIN Parepare, “Tepat dgn 50 tahun Hari Jadi Lembaga kita dari Faktar IAIN Alauddin Ujung Pandang sampai sekarang, 1967-2017”, tulis Sunandar di halaman facebook komunitas STAIN Parepare (29/11).

Foto: SN

Rabu, 29 November 2017

Seminar Penyiaran

Ratusan  mahasiswa jurusan dakwah dan Komunikasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare mengikuti seminar penyiaran (28/11). Tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga dihadiri oleh segenap dosen STAIN Parepare dan para tamu undangan seperti dari Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Parepare, direktur Radio Mesra Parepare serta beberapa perwakilan siswa Sekolah Menengah Keatas (SMA) yang berada di dekat wilayah kampus STAIN Parepare



Seminar yang didukung oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) ini dilakukan dalam rangka Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) terkait tentang perizinan radio komunitas Akademia STAIN Parepare. Sementara Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi Muhammad Saleh berharap dengan adanya seminar ini mendapatkan pencerahan  bagi mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi. Andi Mattewakkang dari KPID Sulawesi Selatan menjelaskan tentang beberapa prinsip komunikasi Islam seperti Qawlan Karima (Ucapan Mulia), Qawlan Layyinan (Ucapan lemah lembut), Qawlan Maysura (ucapan yang pantas) serta contoh tayangan yang tidak pantas ditonton yang dijelaskan saat menjadi narasumber seminar penyiaran.

Sosialisasi Program Megister dan Doktor Sekolah Pascaserjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

STAIN PAREPARE -- Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah hadir  di STAIN Parepare laksanakan sosialisasi pascaserjana program   megister dan doktor selasa, 28 November 2017 di Ruang seminar Pascaserjana STAIN Parepare.



Prof. Dr.  Didin Saepuddin, MA selaku wakil direktur 1 bidang akademik SPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan bahawa sekolah pascaserjana  UIN Syarif Hidayatullah yang didirikan pada tahun 1982 sebagai bentuk tingkat pendidikan megister dan doktor bidang pengkajian islam yang tertua di Indonesia dengan visi pascaserjana uin mengintegrasikan keislaman, keilmuan, keindonesian dan kemanusiaan untuk mengantarkan uin sebagai internationakl research university dengan motto "membaca dunia dan di baca dunia". ungkapnya.

Sekolah pascaserjana UIN  saat ini bertujuan untuk menghasilkan  lulusan yang memiliki pemahaman dan wawasan keislaman yang komprehensip mempunyai keahlian dalam pengembangan ilmu agama islam sesuai bidang yang ditekuni, kesadaran ilmiah yang terbuka dan responship dengan itu pascaserajana dapat menghasilkan calon-calon ulama yang memiliki wawasan akademik atau calon-calon akademisi intelektual yang memiliki wawasan keislaman dari berbagai disiplin keilmuan.

keunggulan UIN Syarif Hidayatullah yakni, dosen jika  dibandingkan dengan kampus-kampus lain yang ada di Indonesia ini  memiliki kapasitas yang baik. baik dari segi pemikiran,  segi produk, karya ilmiah serta dari segi reputasi internasionalnya dan UIN Jakarta sudah banyak mencapai keberhasilan tersebut.

sekolah pascaserjana telah mendapatkan kepercayan yang sangat luas baik didalam maupun di luar diluar negeri, hal ini di tandai oleh banyaknya para mahasiswa yang tidak hanya dari indonesia tapi juga dari manca negara.

program megister dan doktor UIN Syarif Hidayatullah memiliki dua peminatan, satu konsentrasi yakni peminatan pada bidang tertentu yang merupakan bagian dari disiplin ilmu agama islam meliputi :

  1. tafsir hadis

  2. pemikiran islam

  3. hukum islam

  4. pendidkan islam

  5. dakwah

  6. sejarah peradaban islam

  7. bahasa dan sastra arab

  8. ekonomi islam dan

  9.  politik islam


yang kedua adalah lintas disiplin yakni peminatan bidang keilmuan atau kajian tertentu yang merupakn bentuk kajian islam dalam perspektif disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora,  ilmu alam meliputi sosiologi, antropologi, ilmu politik, ilmu komunikasi, ilmu ekonomi, filsafat, psikologi, filologi, ilmu hukum, lingkungan, gender, kedokteran, kesehatan dan lain-lain.

UIN Syarif Hidayatullah sampai hari ini  telah menghasilkan 1076 doktor dan 2313 magister yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Banyaknya mahasiswa yang berminat di UIN Syarif Hidayatullah dikarenakan kualifikasi dosennya sebagian besar bergelar professor dan memiliki reputasi nasional dan internasional.



kegiatan ini di hadiri oleh direktur pascaserjana STAIN Parepare Prof. Dr. H. Abd. Rahim Arsyad,  M. A., wakil ketua I bidang akademik dan kelembagaan Muh. Djunaedi M. Ag serta civitas akademik  STAIN Parepare.

 

 

 

 

Selasa, 28 November 2017

Pembukaan DAKOM Award 2017

STAIN Parepare--- Jurusan Dakwah dan Komunikasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare kembali melaksanakan DAKOM (Dakwah dan Komunikasi) Award 2017. Kegiatan yang dibuka di Aula Serbaguna  STAIN Parepare ini disambut antusias oleh segenap mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi (27/11).

Kegiatan ini merupakan event tahunan yang  akan berlangsung hingga malam puncak pada tanggal 30 November 2017. Dengan diikuti oleh segenap mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi yang merupakan mahasiswa dari berbagai macam program studi seperti Komunikasi Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Sosiologi Agama dan Jurnalistik Islam. Pada tahun ini, pihak panitia membuka beberapa lomba seperti lomba debat, lomba penulisan karya tulis ilmiah, lomba nyayi solo, lomba nasyid, dan lomba kerajinan tangan. Menurut Iskandar selaku ketua panitia sebanyak 24 peserta terdaftar pada lomba debat, 16 peserta lomba karya tulis ilmiah, 14 peserta telah terdaftar di nyanyi solo dan 7 kelompok yang terdiri dari 42 peserta ikut dalam lomba nasyid dan 22 kelompok yang terdiri dari 41 peserta mengikuti lomba kerajinan tangan.

Muhammad Saleh ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi mengatakan kegiatan Dakom Award ini dilakukan untuk membangun kreatiivitas dan motivasi mahasiswa. “Dakom Award merupakan suatu langkah membangun kreativitas serta meningkatkan motivasi bagi kalangan mahasiswa yang dilakukan oleh pihak jurusan”, jelasnya saat ditemui usai pembukaan.



Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ahmad Sultra Rustan selaku ketua STAIN Parepare berharap agar para juri menilai secara objektif. “Jangan mahasiswa yang disuruh sportif lalu dewan jurinya yang tidak objektif. Ini jangan kita memberi contoh yang tidak baik, benar-benar kita memberikan penilaian objektif agar kita bisa memiliki mahasiswa-mahasiswa yang memang berprestasi di dalam DAKOM Award”, jelasnya sebelum membuka kegiatan.

Senin, 27 November 2017

AICIS KE 17 TAHUN 2017 : RELIGION, IDENTITY AND CITIZENSHIP HORIZONS OF ISLAM AND CULTURE IN INDONESIA

   

Jakarta- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan kegiatan Annual International Confrence On Islamic Studies (AICIS) ke 17 Tahun 2017 pada tanggal 20-23 November 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Banten sebagai rangkaian kegiatan International Islamic Education Expo (IIEE). Acara ini di buka langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada tanggal 20 November 2017 berbeda halnya dengan kegiatan International Islamic Education Expo (IIEE) acara ini dibuka langsung oleh Menteri Agama RI pada Tanggal 22 November 2017. kegiatan ini juga dihadiri para pembicara dalam dan luar negeri serta tamu-tamu kehormatan lainnya. Selain Kegiatan AICIS adapun Kegiatan lainnya yakni IIEE kedua kegiatan ini bertujuan agar bisa " Goes to Media" dan tentunya dapat dikenal oleh masyarakat luas.


AICIS 2017 ini juga diminati peserta dari banyak negara menurut salah satu panitia bahwa calon peserta panel yang sudah mendaftar sebanyak 78 panel dengan sebaran negara calon peserta panel ini datang dari berbagai negara seperti Malaysia sebanyak 15 orang, Belanda (1), Inggris (1), Amerika (1), China (1), Thailand (1), Yordania (1), Singapura (1), Brunei (1) dan sisanya pendaftar dari dalam negeri.


AICIS 2017 yang berlangsung di Jakarta ini akan mengusung perbedaan yang cukup signifikan terkait panelnya. Seperti pembentukan panel yang dibentuk oleh masing-masing peserta panel terdiri dari 5 sampai 6 orang/artikel. Akan hal tersebut sesuai dengan arahan Plt. Direktur Pendidikan Keagamaan Islam, Dr. Imam Safe’i mengatakan bahwa “Pelaksanaan AICIS 2017 ini harus terlihat perbedaannya, bisa dalam perbedaan trademark-nya ataupun harus terbaik dari yang pernah ada” ucap Imam.


Sabtu, 25 November 2017

Perkaya Khazanah Keilmuan, SPI Gelar Surau Peradaban

STAIN Parepare--- Himpunan mahasiswa prodi (Program Studi) Sejarah Peradaban Islam (SPI) jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare menggelar surau paradaban, Sabtu 25 November 2017. Kegiatan yang dibuka di Aula STAIN Parepare ini diikuti oleh segenap mahasiswa prodi SPI khususnya mahasiswa baru.

Menurut Diki Zulkarnaen  selaku ketua panitia, kegiatan ini bernama Surau peradaban dengan mengangkat tema memperkaya khazanah keilmuan di atas pondasi persaudaraan mahasiswa. sebanyak 30 peserta yang merupakan mahasiswa baru prodi SPI akan menerima materi di hari pertama seperti materi Islam dan budaya lokal serta materi peradaban dan mahasiswa. Di hari kedua, peserta akan melakukan observasi cagar budaya  yang ada di kota Parepare seperti makam Datu Lacincing, masjid tua Bacukiki dan makam Syekh Karama.

Imran selaku ketua himpunan mahasiswa prodi SPI berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan ini terbuka wawasanya. “Artinya bahwa arah dan tujuan teman-teman mengambil sejarah peradaban Islam akan terbuka melalui dua materi yang akan disampaikan”, jelasnya saat memberi sambutan.



Sementara Musyarif, S. Ag, M. Ag ketua prodi sejarah peradaban Islam akan mengaktifkan kembali kajian-kajian. “Kedepan kita akan mengaktifkan kembali sebuah kajian-kajian baik itu kajian bulanan ataupun mingguan untuk mempermantap melanjutkan sebuah peradaban”, jelasnya saat memberi sambutan. Selain itu ia juga berharap agar ke depan mahasiswa prodi sejarah peradaban Islam juga menguasai dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab.