Senin, 18 Februari 2019

Panitia PMB 2019, Gelar FGD Sosialisasi Penerimaan Maba

IAIN Parepare--- Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di lantai 5 Aula Perpustakaan IAIN Parepare, Senin (18/02).

Musyarif Ketua Panitia mengungkapkan FGD tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (Maba) terkait jalur SPAN, UM PTKIN dan Mandiri.



Ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator sekolah berasal dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) ataupun pesantren, baik dari dalam kota maupun luar kota Parepare.

Di hadapan para undangan, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menjelaskan beberapa perubahan pasca perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN.

Ahmad juga berharap agar kerjasama antara pihak sekolah dengan kampus terus ditingkatkan.

“Kami ingin mendapatkan mahasiswa yang unggul dari mereka yang berprestasi makanya ada jalur SPAN yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Siswa-siswa yang berprestasi itu diterima tanpa melalui tes dan melakukan pembayaran pendaftaran Cuma ada persyaratan itu masing-masing sekolah harus mendaftar PDSS,” jelas Ahmad.

PDSS merupakan sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran Seleksi Nasiona.

Ayo, Daftar Segera KPM I

Dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)I Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Tahun 2019, maka kami sampaikan kepada mahasiswa calon peserta, bahwa :

  1. Pendaftaran dan pengisian formulir melalui sisfo kampus dengan menggunakan account masing-masing

  2. Bagi mahasiswa yang belum mencentang/program Mata Kuliah KPM agar menghubungi TIPD/ICT untuk dibantu proses pencentangan

  3. Calon pesertatelah lulus minimal 110 SKS.

  4. Calon peserta yang mencentang/program Mata Kuliah KPM tidak boleh mencentang/program Mata Kuliah selain PPL.

  5. Persyaratan administratif:

    • Kelayakan KPM dari Fakultas masing-masing

    • Foto copy bukti pembayaran SPP pada semester berjalan (bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran UKT) dan bukti pembayaran KPM (bagi mahasiswa non UKT)

    • Pembayaran KPM dilakukan setelah mendapatkan surat kelayakan dari Dekan Fakultas masing-masing bagi mahasiswa dengan sistem pembayaran non UKT

    • Pas foto berwarna ukuran 3X4 (2lembar)

    • Berkas dibuat 2 rangkap

    • Berkas dimasukkan dalam map plastik warna biru untuk laki-laki dan warna merah untuk perempuan dan diserahkan pada panitia di Kantor LP2M

    • Berkas asli dibawa dan diperlihatkanpada panitia setelah melakukan pendaftaran melalui sisfo kampus untuk diverifikasi

    • Jadwal Kegiatan











































      No.Uraian KegiatanWaktu
      1Pendaftaran Online/SISFO01 Februari – 22 Februari 2019
      2Pemberkasan01 Februari– 08 Maret 2019
      3Pembekalan11 Maret – 14 Maret 2019
      4Pemberangkatan21 Maret 2019
      5Kegiatan di lokasi21 Maret – 30 April 2019
      6Penarikan30 April 2019
      7Pelaporan30 April – 10 Mei 2019


    • Klik untuk Lihat Pengumuman Asli



2 Tahun Berbenah, Kampus IAIN Parepare Berubah Drastis



Humas IAIN Parepare - Semenjak kepemimpinan Ahmad Sultra Rustan, IAIN Parepare mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai program pengembangan terus digulirkan, mulai dari tranformasi STAIN menjadi IAIN sampai kepada pembangunan fisik kampus. Saat ini, pembangunan gedung-gedung mewah terus dilakukan. Kurang 3 tahun, IAIN Parepare telah memiliki 9 gedung baru dengan anggaran milyaran rupiah. Kampus ini mengalami perubahan yang sangat drastis dan menjadi kampus dengan fasilitas yang cukup modern dari sisi fisik.

Kasubag perencanaan, Hasyim yang ditemui disela-sela kesibukannya, Senin, 18/2/2019 di ruang kerjanya mengemukakan, gudung-gedung baru tersebut sengaja didesain modern  dengan kombinasi arsitektur Islam yang berfilosofi kearifan lokal. Desain tersebut padu harmoni dengan panorama alam dan demografi tanah yg berbukit, sehingga tata ruang dan gedungnya menambah kesan keindahan kampus. "Kami sedang mendesain kampus ini agar kelihatan elegan, eksostis dan nyaman bagi siapa pun yang datang berkunjung, khususnya bagi para mahasiswa, dosen dan ASN IAIN Parepare" ungkapnya.

Bukan itu saja, lanjut Hasyim menuturkan pembangunan gedung juga dilengkapi dengan desain interior yang menarik. Setiap bagian dalam gedung, baik gedung perkantoran atau pun gedung perkuliahan tertata dengan baik, mulai dari cat dinding, plafon, pencahayaan, dan lain-lain. Khusus untuk gedung perkuliahan dilengkapi dengan fasilitas AC, LCD pembelajaran, white broad, dan jaringan internet. "Insyaallah, mahasiswa akan merasakan kenyamanan kuliah di IAIN Parepare" pungkasnya.

Sejenak memperhatikan kampus IAIN Parepare, seakan-akan kita berada di suatu tempat destinasi wisata berkelas. Berada di atas ketinggian bukit dengan hamparan laut yang membiru. Pada sisi lain ada bentangan lembah, bukit dan pegunungan di arah selatan kabupaten Pinrang. Arah utara, kita akan terpesona kelap kelip lampu kota Pareapare di malam hari. IAIN Parepare, sungguh menjelma menjadi kampus yang menakjubkan. Jika kita berada di gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, kita akan takjub dengan baling-baling raksasa milik PLTB di arah timur-utara kota Parepare.

Masyarakat disekitar pun mengaku takjub dan bangga melihat perkembangan kampus ini. "Dulu, kampus ini kelihatan kumuh dan sempit, yang ada hanya ada gedung tua berlantai satu. Tapi sekarang, banyakmi gedung baru yang bertingkat, seperti di kota-kota besar" ujar pak Rahmat, warga yang berdomisili di sekitar kampus. "Mahasiswa yang kuliah di dalam (kampus) semakin banyak, sudah ribuan jumlahnya. Pada tahun 1990an, mahasiswa hanya puluhan saja." ulas pak Rahmat bercerIta.

Bagi pak Rahmat dan masyarakat sekitarnya, perkembangan dan kemajuan yang dicapai IAIN Parepare juga membawah berkah bagi mereka. Pintu-pintu reski masyarakat sekitar terbuka lebar seiring bertambah banyaknya mahasiswa yang berdomisi di daerah mereka. Mereka mulai membuka usaha baru. Ada yang membangun rumah kos-kosan, warung makan, loundry, percetakan/fotocopy, warkop, tokoh pakaian/campuran, dan lain-lain. "Alhamdulillah, usaha kami lancar" ungkap pak Rahmat dengan mata berbinar. (s.s).

[caption id="attachment_9649" align="alignnone" width="300"] Gedung Perpustakaan IAIN Parepare[/caption]

[caption id="attachment_9648" align="alignnone" width="300"] Gedung Adiotorium IAIN Parepare[/caption]

[caption id="attachment_9651" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Tarbiyah[/caption]

[caption id="attachment_9653" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam[/caption]

[caption id="attachment_9654" align="alignnone" width="300"] Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam[/caption]

[caption id="attachment_9655" align="alignnone" width="300"] Gedung Pascasarjana IAIN Parepare[/caption]

Sabtu, 16 Februari 2019

Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Prestasi Akademik, Sisa 12 Hari Lagi

Humas IAIN Parepare - Berdasarkan informasi yang beredar melalui brosur Panitia Lokal UM PTKIN IAIN Parepare, tahapan pendaftaran melalui jalur seleksi prestasi akademik (SPAN) sementara berjalan, yaitu tanggal 23 Januari-28 Februari 2019. Itu berarti, masa pendaftaran melalui jalur tersebut sisa 12 hari jika terhitung pada saat berita ini dirilis.



Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau disingkat SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menyeleksi calon mahasiswa baru yang berprestasi akademik tinggi dari siswa-siswi SMA, SMK, MA, MAK, atau Pesantren yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN),  atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di seluruh Indonesia.

Jalur SPAN PTKIN berlaku nasional dengan menggunakan indikator penilaian dari perolehan nilai rapor dan juga prestasi yang diraih oleh siswa di sekolah. Cara pendaftaran SPAN PTKIN melalui admin sekolah bersangkutan, yaitu pihak sekolah mendaftarkan siswa-siswinya yang memiliki nilai akademik tinggi atau prestasi lainnya. Pada jalur SPAN PTKIN, siswa yang mendaftar tidak dikenai biaya alias gratis, karena ditanggung oleh negara.

Sekretaris Panitia lokal UM PTKIN IAIN Parepare, Ali Rusdi Bedong yang dihubungi melalui telpon selulernya menjelaskan tahapan jalur seleksi prestasi akademik (SPAN PTKIN). Menurutnya ada beberapa tahapan melalui jalur ini, yaitu tahap pertama, pengisian dan verifikasi PDSS yang berlangsung pada tanggal 23 Januari-28 Februari 2019. Tahap kedua, pendaftaran yang berlangsung pada tanggal 23 Januari-28 Februari 2019. Tahap selanjutnya, proses seleksi. Tahapan proses seleksi ini berlangsung dua kali yaitu tahap 1 pada tanggal 8-15 Maret 2019 dan tahap 2 pada tanggal 20-22 Maret 2019. Tahapan keempat, yaitu pengumuman kelulusan hasil seleksi yang akan disampaikan pada tanggal 1 April 2019 pukul 17.00 WIB.

Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam ini, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penerbitan dan Publikasi LP2M IAIN Parepare menambahkan, kuota mahasiswa yang diterima di IAIN Parepare tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 1.960 orang. “Sementara Jatah calon mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi prestasi akademik (SPAN-PTKIN) untuk IAIN Parepare adalah 20% dari 1.960, jadi hanya sekitar 392 orang dan selebihnya melalui jalur ujian masuk online dan jalur ujian masuk mandiri” ujarnya dengan suara tinggi dibalik telpon selulernya.



Panduan Pendaftaran Online SPAN-PTKIN dapat dilihat secara detail melalui website www.span-ptkin.ac.id. Ada pun informasinya dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Persyaratan Pendaftaran Online SPAN-PTKIN


Untuk bisa mendaftar sebagai peserta SPAN-PTKIN, maka harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia. Persyaratan ini diperuntukkan bagi sekolah dan bagi siswa. Berikut rincian informasinya :

Persyaratan SPAN-PTKIN untuk sekolah yaitu sekolah / madrasah yang telah memperoleh ijin penyelenggaraan pendidikan dari pemerintah yang berwenang. Sementara persyaratan SPAN-PTKIN untuk Siswa, yaitu:

  1. Siswa SMA / SMK / MA / MAK / Pesantren Mu’adalah kelas terakhir pada tahun ini

  2. Telah mendapat rekomendasi dari kepala Sekolah / Madrasah.

  3. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

  4. Memiliki kesehatan yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran

  5. Tata Cara Pendaftaran Online SPAN-PTKIN


Tata cara pendaftaran juga terbagi 2, yaitu tata cara pendaftaran SPAN-PTKIN oleh sekolah dan pendaftaran oleh siswa pendaftar. Cara pendaftaran SPAN PTKIN oleh sekolah yaitu:

  1. Buka website resmi Pendaftaran online SPAN-PTKIN, yaitu www.span-ptkin.ac.id lalu pilih menu login sekolah

  2. Kepala Sekolah / Madrasah mendaftarkan sekolahnya pada alamat tersebut

  3. Mengentri data sekolah

  4. Validasi pendaftaran via email

  5. Login Sekolah di alamat www.span-ptkin.ac.id

  6. Mengentri data siswa lalu mendapatkan login siswa

  7. Kepala Sekolah / Madrasah memberikan data login untuk masing-masing siswa siswa

  8. Siswa melakukan pendaftaran online secara mandiri

  9. Untuk sekolah yang belum memiliki NPSN, harap mengirimkan surat permohonan dan SK Kepala Sekolah ke info@span.ptkin.ac.id


Sementara tata cara pendaftaran SPAN-PTKIN oleh siswa, dapat dilakukan sebagai beikut:

  1. Buka website resmi Pendaftaran online SPAN-PTKIN, yaitu www.span-ptkin.ac.id lalu pilih menu login siswa

  2. Login menggunakan ID pendaftaran dan Password yang telah diberikan oleh kepala Sekolah / Madrasah

  3. Siswa mengisi biodata, mengunggah foto, memilih program studi, mengunggah prestasi lain yang mendukung, dan melakukan finalisasi pendaftaran online.

  4. Jika telah selesai, cetaklah tanda bukti pendaftaran online tersebut dan simpan.

  5. Bukti pendaftaran online tersebut berupa kartu tanda peserta SPAN-PTKIN

  6. Kriteria Penerimaan SPAN-PTKIN


Pendaftar yang akan diterima di PTKIN penerima adalah pendaftar yang bisa memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh panitia, yaitu sebagai berikut :

  1. Telah dinyatakan lulus dari SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren atau yang setara

  2. Dinyatakan lulus SPAN-PTKIN 2019

  3. Sehat jasmani dan rohani

  4. Memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh masing-masing PTKIN penerima


Untuk memperoleh informasi yang lengkap dan detail, dipersilahkan menghubungi panitia lokal UM-PTKIN IAIN Parepare melalui kontak person 0852 5541 7075 (Musyarif), 0852 5709 9481 (Ali Rusdi Bedong) atau melalui akses website www.pmb.iainpare.ac.id (s.s).

Jumat, 15 Februari 2019

Rektor Hadiri Pertemuan Akademik Pertama Empat Fakultas

[video width="1280" height="720" mp4="http://www.iainpare.ac.id/wp-content/uploads/2019/02/Pertemuan-Akademik.mp4"][/video]

Rektor Institut Agama Islam Negeri Parepare menghadiri pertemuan akademik pertama pada empat Fakultas. Pertemuan tersebut dilaksanakan selama tiga hari. Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam pada hari Selasa (12/04), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada hari Kamis (14/02) bersamaan dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dengan waktu berbeda, terakhir Fakultas Tarbiyah pada hari Jumat (15/02). Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan langkah dan persepsi demi pengembangan lembaga IAIN Parepare.

Pada pertemuan tersebut, Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan menyampaikan beberapa hal terkait masalah akademik yang perlu menjadi perhatian bersama. Diantaranya terkait visi IAIN Parepare yang mengedepankan IT. Para Fakultas diminta untuk memberdayakan e-learning sebagai media pembelajaran dan website sebagai media informasi dan publikasi.

Selain itu, Rektor juga meminta para dosen yang sebagai pelaksana sekaligus kontrol untuk menegakkan kode etik, agar ciri khas dari IAIN Parepare tetap terjaga. Selain itu, Rektor juga menekankan kepada dosen agar menggunakan perkuliahan metode riset, agar dapat menjadikan alumni IAIN Parepare sebagai periset unggul.

Hal lain yang disampaikan Rektor terkait ujian skripsi yang tidak dilaksanakan lagi oleh Akademik, namun telah menjadi tupoksi Fakultas. Ujian pun dilaksanakan setiap hari, tanpa dibatasi waktu. Namun, akan tetap ditentukan batasan waktu untuk periode wisuda. "Pertanyaannya, apakah dihari wisuda mahasiswa boleh ujian skripsi? Yaa boleh, tapi tidak bisa diikutkan pada wisuda periode tersebut", jelas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor IAIN Parepare mengemukakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun ini yaitu, Program Pertukaran Mahasiswa dan Dosen (sandwich) antara IAIN Parepare dan IAIN Surakarta selama satu semester. Rencana selanjutnya yaitu Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Nusantara yang akan berlokasi di Jayapura.

[caption id="attachment_9637" align="alignleft" width="377"] Pertemuan Akademik pada Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam[/caption]

[caption id="attachment_9636" align="alignleft" width="378"] Pertemuan Akademik pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah[/caption]

[caption id="attachment_9635" align="alignleft" width="379"] Pertemuan Akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam[/caption]

[caption id="attachment_9634" align="alignleft" width="379"] Pertemuan Akademik pada Fakultas Tarbiyah.[/caption]

Rabu, 13 Februari 2019

IAIN Parepare Siap Terima Mahasiswa Baru

Humas IAIN Parepare--- Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, IAIN Parepare telah membentuk panitia khusus yang bertugas melayani masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikannya di IAIN Parepare.

Melalui Surat Keputusan Rektor IAIN Parepare, Rektor menunjuk Musyarif sebagai ketua panitia dan Muh. Ali Rusdi sebagai sekretaris. Pada hari ini Selasa,12/2/2019 panitia melakukan rapat konsolidasi dan memantapkan persiapan yang akan dilakukan.

Disela-sela rapat, musyarif mengemukakan bahwa panitia mulai bekerja dan melakukan persiapan. “Kami sudah menentukan sekretariat sebagai pusat informasi dan pendaftaran dengan mengambil tempat di Gedung Akreditasi IAIN Parepare. Panitia akan bergerak cepat mensosialisasikan dan menginformasikan pendaftaran kepada masyarakat luas,” ucap Musyarif.

Dalam persiapan ini, panitia  telah menetapkan tahapan pendaftaran sesuai dengan juknis dari panitia nasional SPAN-UM PTKIN. Penerimaan mahasiswa baru 2019/2020 membuka 3 jalur tahapan seleksi pendaftaran, yaitu tahap I jalur seleksi prestasi akademik, dibuka tanggal 23 Januari-28 Februari 2019. Tahap II jalur ujian masuk online, tanggal 2-28 april 2019 dan tahap III jalur ujian mandiri pada tanggal 6 Mei-8 Juli 2019.

Ali Rusdi yang bertidak sebagai sekertaris panitia menyampaikan bahwa kuota mahasiswa yang akan diterima sebanyak 1.960 orang. Jumlah kuotanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika masih dalam bentuk STAIN.

Ali Rusdi optimis penerimaan mahasiswa baru IAIN Parepare akan membludak. Alasannya, minat masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan perubahan bentuk dari STAIN menjadi IAIN.

Perubahan bentuk ini telah menempatkan IAIN Parepare setara dengan perguruan tinggi lain yang ada di Makassar.

"Kampus kita ini satu-satunya perguruan tinggi yang berstatus ‘NEGERI’ dan terakreditasi B di wilayah Ajatappareng", ungkap Ali Rusdi dengan semangat.

Pada tahun ini, IAIN Parepare membuka 4 fakultas dengan 27 program studi. Fakultas-fakultas tersebut  adalah Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dan Fakultas.

Klik untuk Download Poster Informasi Pendaftaran

Klik untuk Download Brosur Pendaftaran

 

Prodi PBI Undang Coach Artikel Jurnal Bereputasi

IAIN Parepare---- Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan workshop penulisan artikel jurnal bereputasi di ruang seminar fakultas Tarbiyah, Selasa (12/02). Puluhan peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ikut dalam workshop ini.



Mujahidah selaku Ketua Penanggung jawab Prodi mengungkapkan workshop ini dilakukan guna menjawab kebutuhan dosen dan mahasiswa akan penulisan dan publikasi ilmiah.

"Memulai membiasakan dan menyadarkan mahasiswa akan pentingnya menulis dan memperkenalkan publikasi ilmiah. Harapannya agar semua peserta mendapat peluang yang sama untuk menghasilkan artikel yang siap dipublish. Karena sistem yang diaplikasikan adalah sistem coaching," ujarnya.

Adapun coach yang diundang dalam workshop tersebut yakni Ismail Suwardi Wekke, Ph. D dan Wahyu Hidayat, Ph. D