Tampilkan postingan dengan label FAKTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FAKTA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

CEK FAKTA: Beda Sikap soal "Quick Count", Sandiaga Ribut dengan Prabowo? Halaman all - KOMPAS.com



KOMPAS.com - Sejumlah informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp mengabarkan bahwa terjadi pertentangan antara calon presiden Prabowo Subianto dengan pasangannya, calon wakil presiden Sandiaga Uno, setelah keluar hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan berbagai lembaga survei.


Dalam broadcast yang belum diketahui pengirim pertama ini, dijelaskan bahwa Sandiaga Uno menolak untuk mengklaim kemenangan saat hasil quick count menunjukkan keunggulan untuk Joko Widodo - Ma'ruf Amin.


Sandiaga memberi saran untuk menjaga etika politik, supaya jangan sampai terulang kembali seperti Pemilu 2014. Dia juga mengimbau Prabowo tak membuat deklarasi apa pun dulu.


Pesan berantai itu kemudian menyebut bahwa Prabowo tidak terima dengan pernyataan itu. Bahkan. Sandiaga Uno diusir oleh Prabowo Subianto ketika berada di Rumah Kertanegara.


Dalam unggahan juga disebutkan bahwa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul melerai perkelahian antara Prabowo dan Sandiaga.


https://www.instagram.com/p/BwYbDAslRmC/

Benarkah informasi tersebut?


Sandiaga Uno tidak terlihat saat Prabowo Subianto mengumumkan bahwa dia menang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan lembaga yang dia percaya. Padahal, Sandiaga disebut berada di dalam rumah Prabowo di Jalan Kertanegara.


Salah satu tim Sandiaga, Yuga Aden, mengatakan bahwa Sandiaga tak ikut keluar mendampingi Prabowo merayakan kemenangan karena sedang sakit.


"Pak Sandiaga istirahat di dalam. Lagi enggak enak badan," kata Yuga kepada Kompas.com, Rabu (17/4/2019) malam.


Baca juga: Ada di Rumah Prabowo, Mengapa Sandiaga Tak Keluar dan Ikut Rayakan Klaim Kemenangan?


Juru Bicara BPN Andre Rosiade juga mengatakan, Sandiaga tak ikut merayakan klaim kemenangan bersama Prabowo karena kelelahan.


"Bang Sandi itu kemarin mulai beraktivitas pukul 02.00 WIB, jadi wajar kelelahan. Dia dipijat, terus ketiduran," kata Andre kepada Kompas.com, Kamis (18/4/2019)


Menurut Andre, karena ketiduran, Sandiaga tidak ikut keluar mendampingi Prabowo untuk mengklaim kemenangan.


Ia meminta masyarakat tidak memercayai isu yang beredar soal pertikaian Prabowo dan Sandi.


"Ïtu semuanya hoaks," kata Andre.


Baca juga: Jubir BPN: Sandiaga Kelelahan, Dipijat, Terus Ketiduran


Akhirnya pada Sore hari ini, Kamis (18/4/2019) Sandiaga muncul bersama Prabowo Subianto untuk menyatakan deklarasi kemenangan Pilpres 2019.


Hanya saja, Sandiaga memilih diam saat penyampaian deklarasi kemenangan tersebut. Dia bahkan langsung masuk menuju ke dalam rumah saat deklarasi selesai dibacakan Prabowo dan tak menyapa para pendukungnya.


Berbeda dengan Prabowo yang tampak bersemangat dan percaya diri saat deklarasi. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga masih sempat menyapa para pendukungnya dan tak lupa menebar senyum setelah selesai deklarasi.


Baca juga: Ketika Sandiaga Memilih Tak Berkata-kata Saat Deklarasi Kemenangan....


Kemudian, apakah benar hubungan Sandiaga dan Prabowo tidak baik pasca-pemungutan suara?


Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan memastikan hubungan Prabowo dan Sandiaga Uno tetap baik.


Ferry membantah kabar pertengkaran saat malam pasca-keluarnya hasil quick count.


"Enggak ada, (isu) itu bohong. Saya ada di dalam. Ada Bu Nur Asia, ada Pak Sandi," ujar Ferry saat ditemui di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).


"Enggak ada (ribut-ribut), orang Prabowo sama Sandi joget-joget begini kemarin," kata Ferry.


Baca juga: Bantah Isu, BPN Pastikan Hubungan Prabowo dan Sandiaga Tetap Baik






Read More

Kamis, 18 April 2019

Deretan Fakta Teka-teki Hilangnya Sandiaga Uno - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sempat menghilang usai pasangannya, calon presiden Prabowo Subianto, menyampaikan keterangan pertama kali setelah hasil hitung cepat dimulai.


Saat pidato mengenai hasil sementara hitung cepat, Prabowo ditemani oleh petinggi BPN, seperti Fadli Zon, jubir BPN Dahnil Anzar, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sohibul Iman. Terlihat ekonom senior Rizal Ramli. Namun, tidak terlihat  Sandiaga Uno.





Kala itu, anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, menyampaikan Sandiaga masih berada di dalam rumah Prabowo. Sandi memang sengaja diam di dalam rumah dan tidak keluar menemani Prabowo berpidato.


Tak hanya sekali, ketika Prabowo kembali menyatakan kemenangannya sebagai Presiden Indonesia, Sandiaga Uno tidak terlihat.


Namun Kamis, 18 April 2019, seorang pengawal Sandiaga menyatakan bosnya itu sedang kelelahan sehingga beristirahat di dalam rumah.


Awak media yang berusaha mengonfirmasi pun tak mendapat jawaban pasti. Hampir seluruh jajaran BPN 02 mengatakan, Sandiaga mendadak sakit, diserang cegukan tak kunjung henti, sehingga tak bisa menyampaikan hal yang dijanjikan.


"Iya sakit, cegukan enggak berhenti," kata Yuga Aden, orang yang selalu bersama Sandiaga sejak masa kontestasi Pilkada DKI.


Teka-teki menghilangnya Sandiaga Uno pun terjawab. Untuk ketiga kalinya Prabowo menyatakan kemenangannya dalam Pilpres 2019, barulah Sandiaga Uno muncul.


Tak seperti biasa, wajahnya kali ini cukup terlihat pucat pasi. Ia juga tidak berbicara dan hanya berdiri di samping Prabowo


Berikut deretan fakta di balik menghilangnya Sandiaga Uno dihimpun Liputan6.com:


1. Sedang Siapkan Pernyataan

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya menanggapi hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Namun dalam pidatonya, Prabowo tak didampingi cawapres Sandiaga Uno. Prabowo hanya ditemani sejumlah tim pemenangan.


Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyampaikan, Sandiaga masih berada di dalam rumah Prabowo. Dia memang sengaja diam di dalam rumah dan tidak keluar menemani Prabowo berpidato.


"Pak Sandi ada di dalam (rumah). Lagi sedikit merumuskan pernyataan," jelasnya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019 sore.


Ferdinand mengatakan, Prabowo-Sandi tak harus selalu tampil berdua. Terpenting capres Prabowo telah menyampaikan pidatonya. Sandi, kata dia, akan segera menyampaikan pidatonya.


Dia mengatakan, masyarakat tak perlu berspekulasi atas ketidakhadiran Sandi. "Nanti akan ada waktunya keluar (berpidato). Tunggu saja," pungkasnya.


Dalam pidatonya, Prabowo meminta semua pendukung dan relawan tenang. Dia meminta para relawan dan pendukungnya tidak terprovokasi.


Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar, menjelaskan ketidakhadiran Sandiaga Uno saat Prabowo memberikan pernyataan ke awak media.


Ia mengatakan, keduanya akan berpidato secara bergantian. Sandiaga sebentar lagi akan keluar untuk memberikan pernyataan.


"Nanti setengah jam lagi kita akan mendengar pidato dari Sandiaga," ucap Dahnil.


2. Cegukan Tak Berhenti

Usai jumpa pers, Juru Bicara BPN 02 Dahnil Anzar mengatakan, Sandiaga Uno tengah bersiap memaparkan data dari klaim kemenangan pasangannya yang telah diproklamirkan. Dia meminta waktu tunggu setengah jam saja sebelum data tersebut dirilis.


"Sabar, Bang Sandi lagi siapkan data-datanya," kata Dahnil singkat.


Namun, sampai Prabowo kembali naik ke atas podium untuk kali kedua dan mengklaim kemenangan hasil real count internal 62 persen, mantan Wakil Gubernur DKI itu tetap absen.


Awak media yang mengonfirmasi pun tak mendapat jawaban pasti. Hampir seluruh jajaran BPN 02 mengatakan, Sandiaga mendadak sakit, diserang cegukan tak kunjung henti, sehingga tak bisa menyampaikan hal yang dijanjikan.


"Iya sakit, cegukan enggak berhenti," kata Yuga Aden, orang yang selalu bersama Sandiaga sedari masa kontestasi Pilkada DKI.


3. Sempat Muncul

Rabu malam, 17 April 2019, jelang pukul 23.00 WIB, mesin mobil Patwal calon wakil presiden Sandiaga Uno menyala. Suara mesin mobil itu jadi tanda, Sandiaga akan meninggalkan rumah Prabowo di Jalan Kertanegara No 4 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


Lewat sela-sela pagar hitam, terlihat sosok Sandiaga yang masuk ke dalam mobil Nissan hitam yang terparkir di teras rumah. Sandiaga Uno tak sendiri, sang istri Nur Asia Uno ada bersamanya di dalam mobil tersebut.


Tak sepert biasanya, Sandiaga Uno kali ini memilih bungkam usai keluar dari Rumah Kertanegara. Bahkan, saat gerbang rumah dibuka, Sandi sama sekali tidak menghentikan laju kendaraannya. Hanya kaca di kursi penumpang belakang dibuka. Ia tersenyum, tanpa sepatah kata.


"Pak Sandi," teriak para pendukung yang ingin bersalaman, mengambil foto, juga awak media yang meminta pernyataan atas absennya dia di podium klaim kemenangan.


Tak surut, awak media terus menempel kaca mobil. Lagi-lagi, Sandi tak seperti biasanya. Tanpa kata, Sandi hanya menunjuk bagian lehernya, mengisyaratkan ia sedang mengalami masalah di bagian itu.


Asisten pribadi Sandiaga Uno, Yuga Aden mengatakan, Sandiaga diserang cegukan yang tidak bisa berhenti. Hal itu membuat mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu drop, sehingga tak mampu tampil ke publik bersama Prabowo Subianto.


"Sakit cegukan enggak berhenti," kata Yuga.


4. Bantah Diusir Prabowo

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menepis isu liar bahwa Prabowo mengusir Sandiaga sehingga tak ikut dalam pidato klaim kemenangan. Dia menegaskan, Sandiaga sedang tidak enak badan dan istirahat di kediaman Kertanegara semalam.


"Enggak itu. Bang Sandi cegukan enggak berhenti. Cegukan, suaranya hilang. Bahkan duduk bareng dengan Pak Prabowo, terus cegukan, terus disuruh Pak Prabowo supaya istirahat di atas. Istirahat kemudian diturutin, kemudian cegukannya itu enggak berhenti," kata Dahnil di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019.


Menurut Dahnil, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu kurang cukup istirahat sejak malam sebelum hari pencoblosan.


"Karena capek kan, Bang Sandi kan enggak berhenti-henti. Kan kemarin tidur jam 01.00 WIB-an, terus jam 02.00 WIB-an sudah tahajud di At-Taqwa, kemudian subuhan, terus langsung milihkan jam 07.00 WIB-an," ucapnya.


Dahnil mengatakan, usai mencoblos, Sandiaga berdiskusi dengan Prabowo dan tim sembari melihat perkembangan suara yang masuk. Tidak lama, Sandiaga diminta Prabowo untu beristirahat.


"Abis pemilihan Bang Sandi udah di sini (K4) duduk bareng Pak Prabowo. Sambil diskusi nunggu berita dari kawan-kawan di lapangan. Jadi akhirnya diminta Pak Prabowo diminta istirahat di kamar atas, di kamarnya Pak Prabowo. Jadi nggak ada (diusir). Orang saya di situ. Banyak yang di situ," paparnya.


5. Akhirnya Muncul di Instagram

Setelah sempat menghilang dari hadapan publik, Sandiaga Uno akhirnya muncul. Hanya saja, kemunculannya sebatas di dunia maya.


Dalam akun instagram @sandiuno, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu mem-posting sebuah foto. Dalam foto itu, nampak Sandi bersama istrinya, Nur Asia tengah bercengkrama dengan calon presiden Prabowo Subianto yang menggendong seekor kucing.


"Terima kasih Pak @prabowo yang sudah menjenguk saya tadi malam ditemani kucing kesayangannya. Mohon maaf belum bisa mendampingi Bapak.


Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan saya," tulis Sandiaga Uno, Kamis, 18 April 2019.


6. Teka-Teki Terjawab

Setelah menduga-duga, akhirnya teka-teki menghilangnya Sandiaga Uno pupus. Ia akhirnya mendampingi Prabowo Subianto saat pidato kemenangannya yang ketiga kali.


Namun, wajahnya terlihat beda saat Prabowo Subianto membacakan deklarasi kemenangan. Ekspresi kemenangan yang seharusnya terlihat, malah berbalik pucat pasi.


Pantauan di Rumah Kertanegara No.4 Jakarta Selatan, Kamis, 18 April 2019 pukul 17.40 WIB, Sandiaga muncul mendampingi Prabowo dengan berdiri sejajar di sebelahnya. Tatapannya tajam, melihat serius ke arah teks pidato deklarasi klaim kemenangan dipegang Prabowo.


Sandiaga tak banyak bergerak, tak juga sepatah kata dikeluarkan. Begitu pun saat Prabowo menutup pidato dengan memekik takbir dan merdeka hingga tiga kali.


Sandiga tampak lesu dan tidak terdengar ikut berteriak. Tangannya mengangkat lemas, sembari mengepal diangkat hingga setengah badan.


Usai pidato, awak media pun coba menjangkau Sandiaga dengan bertanya tentang kondisinya. Sayangnya, Sandiaga masih bungkam dan memilih masuk ke Rumah Kertanegara meninggalkan para wartawan.



* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangan Pilpres di kediamannya di Jalan Kartanegara. Kali ini Prabowo didampingi oleh cawapresnya, Sandiaga Uno, yang sebelumnya berhalangan karena sakit.


Read More

Senin, 15 April 2019

7 FAKTA BARU Pembunuh Guru Honorer, Akui Cinta Tapi Ikut Habisi Nyawa Korban, Kini Nangis Minta Maaf - Tribun Jatim


TRIBUNJATIM.COM - Fakta baru kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer asal Kediri Budi Hartanto (28) telah terungkap.


Fakta-fakta itu diungkapkan sendiri oleh dua pelaku mutilasi terhadap Budi Hartanto, yakni Aris Sugianto dan Ajiz Prakoso.


Hubungan ketiganya pun kini juga terkuak.


Simak fakta-fakta pengakuan pembunuh guru honorer, Budi Hartanto yang dirangkum TribunJatim.com, Senin (16/4/2019), berikut ini:


Perwira Tinggi Polri Marah Besar Lihat Kelakuan Penumpang KRL ke Wanita: Manusia Tidak Punya Hati!


Fakta Terbaru Sidang Muncikari Artis Vanessa Angel, Terdapat Pengguna Jasa Lain yang Bernama Deni


1. Hubungan spesial Budi dan Aris, saling mencintai


Aris Sugianto, warga Mangunan, Udanawu, Blitar, memiliki hubungan spesial dengan Budi Hartanto.


Menurut Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol, Gupuh Setiono, perkenalan keduanya terjadi sejak Juli 2018.


Keduanya berkenalan melalui aplikasi jejaring media sosial 'Hornets'.


"Aris bertindak sebagai perempuan, si korban sebagai laki-lakinya," katanya pada awak media di Halaman Reskrimum Polda Jatim, Senin (15/4/2019).


Berdasarkan hasil penyelidikan, ungkap Gupuh, Aris Sugianto mengaku kepadanya sangat mencintai sosok Budi Hartanto.






Penulis: Ani Susanti



Editor: Arie Noer Rachmawati







Read More

FAKTA TERBARU Kasus Mutilasi Guru Honorer: Hubungan Asmara hingga Tercetus Ide Memutilasi - Tribunnews


TRIBUNNEWS.COM - Kasus penemuan mayat dalam koper tanpa kepala di Jawa Timur, beberapa waktu lalu sempat membuat geger. Perlahan tapi pasti, aparat kepolisian pun menemukan titik terang mengungkap kasus ini.


Kedua tersangka berhasil dibekuk di tempat berbeda. Pun potongan tubuh yang hilang akhirnya telah ditemukan.


Bagaimana sebenarnya kasus ini? Apa motif pelaku? Berikut adalah kronologi lengkap kasus pembunuhan mayat yang ditemukan dalam koper tanpa kepala.


Kronologi ini disampaikan berdasarkan pengakuan kedua tersangka.


Kedua tersangka pembunuhan guru honorer yang mayatnya ditemukan di Blitar akhirnya menceritakan kronologi lengkap membunuh Budi Hartanto dan memutilasinya.


Aris Susanto dan Aziz Prakoso menceritakan bagaimana percekcokan dengan korban dimulai hingga akhirnya nyawa Budi Hartanto melayang.


Fakta terbaru pembunuhan Budi Hartanto kembali dirilis Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiono, Senin (15/4/2019).



Baca: H-1 Pemilu, Anda Sudah Tahu Apa Saja yang Dibawa Saat ke TPS untuk Mencoblos?


Baca: Wanita Idap Kanker Payudara Stadium 4, Suaminya Malah Asyik Selingkuh dengan Janda Muda di Hotel


Dalam keterangannya, rupanya Budi Hartanto dihabisi setelah berhubungan intim dengan tersangka Aris Susanto.


Selama ini, setelah berhubungan intim, Aris akan membayar Budi Hartanto.


Tersangka pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto, Aris Sugiarto, menangis dan meminta maaf.
Tersangka pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto, Aris Sugiarto, menangis dan meminta maaf. (TribunStyle.com Kolase/ Instagram/KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL)

Akan tetapi, malam itu, Selasa (2/4/2019), Aris tidak mampu membayar uang yang diminta Budi.




Read More